EDI DAMANSYAH RESMIKAN WATER TREATMENT PLANT DI DESA MARGAHAYU

Indcyber.com, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, meresmikan Water Treatment Plant (WTP) yang berada di Desa margahayu, Kecamatan Loa Kulu, pada Jumat (15/2/19) dengan di tandai penandatanganan prasasti serta pemutaran kran air.

Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dengan Pemerintah Desa Margahayu dan PT HMU serta partisipasi masyarakat melalui program Pamsismas.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengatakan, Water Treatment Plant (WTP) ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu dan dikelola oelh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Dengang keberadaan Water Treatment Plant (WTP) itu, Edi Damansyah berharap agar dapat terjaga serta dimanfaatkan dengan baik oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

“ Secara keseluruhan ini merupakan rumah besar dalam pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara, karena salah satunya adalah pariabel, dimana masih ada beberapa titik kekurangan air bersih. Kondisi di Kukar secara geografis di 18 Kecamatan, 193 Desa, 40 Kelurahan itu, tidak semua terjangkau layanan infrastruktur PDAM, sehingga titik tertentu harus dibangun pengolahan air bersih portabel seperti ini, melalui program Pamsismas yang melibatkan dunia usaha, Pemerintah Daerah/Desa serta masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Desa Margahayu Rusdi mengemukakan, untuk anggaran pembangunan Water Treatment Plant (WTP) ini sendiri, tidak hanya melalui Pemerintah Daerah dan Desa, namun juga melibatkan peran Perusahaan Swasta dengan program CSR serta partisipasi masyarakat Desa.

 “Anggaran biaya dalam pembangunan Water Treatment Plant (WTP) ini adalah, melalui program CSR PT MHU sebesar Rp. 700 juta, APBD Pemkab Kukar melalui program Pamsismas sebanyak Rp. 245 juta, sedadangkan APBDes Margahayu Rp. 270 juta serta partisipasi dari swadaya masyarakat Desa sejumlah Rp. 75 juta,” bebernya.

Dulunya, masyarakat Desa Margahayu untuk menikmati serta mengkonsumsi air bersih hanya mengandalkan air hujan serta air sumur, bahkan juga membeli air isi ulang atau PDAM, dan itu dirasakan oleh warga selama 25 tahun.

“Kini, dengan terbangunnya Water Treatment Plant (WTP) itu, sudah dapat dikonsumsi oleh 1000 kepala keluarga di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, dan pengolahan air ini sendiri sudah memiliki sertifikat standar nasional serta aman dikonsumsi oleh warga Desa,” terang Kepala Desa Margahayu Rusdi.(fin)

4,568 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

10 Comments on “EDI DAMANSYAH RESMIKAN WATER TREATMENT PLANT DI DESA MARGAHAYU”

  1. For men who choose surgery, a range of procedures are available for BPH. Doctors choose the best option based on the size and shape of the prostate, as well as the patient’s preference and overall medical condition. TURP buy cialis Serefoglu EC, Cimen HI, Atmaca AF, Balbay MD: The distribution of patients who seek treatment for the complaint of ejaculating prematurely according to the four premature ejaculation syndromes. J Sex Med. 2010, 7:810–5. PubMed | CrossRef

  2. Ping-balik: viagra on line

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *